Kronologis Pembentukan Kwartir Daerah Banten dan Arti Lambangnya
  1. Bertitik tolak dari lahirnya Undang-undang nomor 23 tahun 2000 tentang Pembentukan Propinsi Banten, maka pada saat Rapat Kerja Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat tanggal 25 November 2000 dilaksanakan Penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Pembentukan Panitia Persiapan Kwartir Daerah Banten yang diwakili oleh : Drs. H. Sandjin Aminudin (Kwarcab Serang), Drs. Suharta (Kwarcab Pandeglang), Suhendi Syarif, S.Pd. (Kwarcab Lebak), Ir. Nana Muljana (Kwarcab Kabupaten Tangerang), dan Drs. Suher S (Kwarcab Kota Cilegon), sedangkan untuk kwarcab Kota Tangerang tidak ada yang mewakili. Kesepakatan bersama tersebut diketahui / disetujui oleh Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat (Drs. Didi Kartadinata).
  2. Perwakilan Kwarcab yang menandatangani kesepakatan tersebut telah menyusun Penitia Persiapan Pembentukan Kwartir Daerah Banten yang terdiri Ketua merangkap anggota : Drs. Sandjin Aminudin (Kwarcab Serang), Wakil Ketua merangkap anggota : Drs. Suharta (Kwarcab Pandeglang), Sekretaris merangkap anggota : Drs. Suher S (Kwarcab Kota Cilegon), dengan para anggota Suhendi Syarif, S.Pd. (Kwarcab Lebak), Ir. H. Nana Muljana (Kwarcab Kabupaten Tangerang).
  3. Panitia pembentukan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Banten telah melakukan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pembentukan tersebut antara lain konsultasi dengan berbagai pihak baik pemerintah Daerah Propinsi Banten maupun dengan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka di Jakarta
  4. Pada tanggal 21 Februari 2001 telah dilaksanakan Musyawarah Daerah Gerakan Pramuka Banten tahun 2001 bertempat di gedung Islamic Center Serang dihadiri oleh seluruh perutusan Kwartir Cabang yang ada di Propinsi Banten, utusan Kwartir Daerah Jawa Barat dan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
  5. Pada saat Musda 1 Gerakan Pramuka Banten selain menyusun Rencana Kerja, menyusun pula Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), juga memilih Drs. Diding Kurniadi, M.Si. Selaku Ketua Kwarda Banten Masa Bakti 2001-2006
  6. Mengingat pergantian pejabat Sekda Propinsi Banten oleh Drs. H. Ayip Muflich, maka formatur setelah melakukan koordinasi/konsultasi dengan berbagai pihak, akhirnya Ketua Kwarda dilimpahkan kepada Sekda Propinsi Banten yang baru
  7. Pada hari Rabu, tanggal 9 Mei 2001, merupakan hari yang sangat bersejarah bagi Gerakan Pramuka Banten, mengingat pada waktu tersebut telah dilaksanakan Pengukuhan Kwarda Banten dan Pelatihan Majelis Pembimbing Daerah Banten, Pengurus Kwarda Banten dan perangkat lainnya serta diresmikan pula logo Kwarda Banten

Arti Lambang Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Banten

Arti Lambang Kwarda Banten

  1. Tulisan Banten
    • BANTEN – Merah
    • DASAR – Putih
    • Lambang Bangsa Indonesia
  2. Menara
    • Warna Putih melambangkan kejayaan Banten
  3. Peta
    • Warna Kuning ciri Penegak
    • Penegak berbudi luhur
  4. Tunas Kelapa
    • Warna Merah ciri Penggalang
    • (Penggalang Berani Menghadapi Segala Rintangan)
  5. Pita Pengikat
    • Warna Hijau Ciri Siaga
    • (Siaga Perlu Bimbingan)
  6. Tulisan Logo
    • Warna Hitam ciri Pembina
    • “BHAKTI SATYA LEGAWA”
    • Artinya “Tulus, Ikhlas, Rela (Berjiwa Besar)”
  7. Dasar Lambang
    • Warna Biru mengandung arti Propinsi Banten dikelilingi lautan dari utara, barat, dan selatan.
  8. Garis Tepi Lambang
    • Warna Cokelat mengandung arti Pandega melindungi adik-adik.

Keterangan :

Tulisan Banten berukuran 1 cm x 6 cm dengan garis tepi berukuran 2 mm

Lambang Kwarda Banten ini diresmikan penggunaannya bersamaan dengan peresmian Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Banten di Gedung Negara Propinsi Banten pada tanggal 9 Mei 2001 oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Kak H. A. Rivai Harahap.


Penjelasan Tentang Lencana/Lambang Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Banten

Bentuk Lencana/Lambang Kwartir Daerah

  1. Tameng
    • Bentuk dan Ukuran
      • Bentuk dan ukurannya disesuaikan dengan SK Kwarnas Gerakan Pramuka nomor : 005 Tahun 1989 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Tanda Satuan Gerakan Pramuka
    • Komposisi
      • Ruang atas untuk tulisan “BANTEN”
      • Ruang bawah untuk logo
    • Warna
      • Garis pinggiran coklat
      • Dasar bagian atas putih dan bagian bawah biru laut
    • Kelengkapan Arti
      • Tameng Benteng pertahanan diri yang tangguh, menunjukkan ketahanan dan kekuatan.
      • Warna
        • Garis tepi dan tengah coklat, menunjukkan tanah air / bumi Banten yang subur.
        • Warna dasar biru laut menunjukkan bahwa wilayah Banten dikelilingi oleh laut di sisi utara, barat, dan selatan.
    • Estetika warna tepi dan tengah coklat, bagian atas putih dan bagian bawah biru laut, merupakan komposisi estetika yang cukup bagus dan menonjol.
  2. Isi Tameng Bagian Atas
    • Bentuk
      • Tulisan : BANTEN
      • Huruf besar
      • Ukuran
        • Tinggi huruf : 8 mm
        • Jarak huruf ke atas/bawah : 1.75 mm
        • Jarak huruf ke pinggir kiri dan kanan : 4 mm
    • Komposisi
      • dibuat di bagian atas tameng dengan komposisi jarak seimbang dengan tinggi dan besar huruf
    • Kelengkapan Arti
      • Tulisan BANTEN menunjukkan daerah dimana Pramuka Banten :
        • Berada
        • Melaksanakan proses kegiatan
        • Melaksanakan pengabdian
      • Warna huruf BANTEN, menunjukkan sifat berani, dan kreatif serta penuh percaya diri dalam kebenaran
      • Warna huruf dan warna dasar menunjukkan bahwa Banten berada di wilayah Republik Indonesia
    • Estetika bentuk huruf dibuat sedemikian rupa dengan warna merah dan dasar putih diselaraskan dengan tameng dan isi tameng
  3. Isi Tameng Bagian Bawah
    • Bentuk
      • Merupakan satu kesatuan logo BANTEN terdiri dari :
        • Miniatur menara Banten dengan segala bentuk dan ciri khasnya
        • 2 (dua) buah kitri yang saling bertolak belakang
        • Peta wilayah Banten dengan 6 (enam) titik di dalam dan beberapa titik lagi di luar
        • 1 (satu) pita dengan bertuliskan moto Kwarda Banten “BHAKTI SATYA LEGAWA”
    • Komposisi
      • Menara Banten terdiri dari tiga bagian :
        • Bagian dasar terdapat 5 (Lima) undakan yang terdiri dari 30 (tiga puluh) susunan bata
        • Bagian tengah dan atas sesuai dengan bentuk dan ciri khas menara yang ada di Banten
      • Kitri
        • Dua buah saling bertolak belakang
        • Diletakkan simetris di kedua sisi menara (kiri dan kanan)
      • Peta Wilayah
        • Berada tepat di atas dasar menara
        • Bersentuhan dengan kedua tunas di sisi kiri dan kanan
        • Terdapat 6 (enam) titik di dalam dan beberapa titik di luar
      • Pita
        • Diletakkan di bagian bawah seluruh komponen di atas
        • Dengan tulisan moto Kwarda Banten “BHAKTI SATYA LEGAWA”
        • Lipatan pita di sisi kiri / kanan menyentuh tunas kelapa
      • Seluruh komponen gambar/logo saling bersentuhan dan tak terpisahkan
    • Warna
      • Menara Banten secara keseluruhan berwarna putih dengan garis pinggir berwarna hitam
      • Kitri secara keseluruhan berwarna merah
      • Peta wilayah Propinsi Banten berwarna kuning dengan enam titik di dalam dan beberapa titik di luar serta garis pinggir berwarna hitam
      • pita berwarna hijau dengan huruf berwarna hitam
    • Kelengkapan Arti
      • Menara Banten
        • Lambang kejayaan Banten yang religius
        • 5 (lima) undakan anak tangga yang menunjukkan proses dari Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega sampai dengan Pembina, mengiaskan pula Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia
        • 30 (tiga puluh) jumlah bata mengiaskan Banten sebagai Propinsi yang ke-30
        • Warna putih mengiaskan kesucian
      • Kitri
        • Dua buah kitri di sisi menara (kiri/kanan) saling bertolak belakang menunjukkan Pramuka putra dan putri dengan satuan terpisahnya.
        • Masing-masing Kitri menunjukkan keberanian menghadapi segala rintangan dan enerjik dalam pertumbuhan
      • Peta Wilayah
        • Menunjukkan wilayah kerja Kwarda Banten sama dengan wilayah kerja Propinsi Banten
        • 6 (enam) titik di dalam menunjukkan letak 6 (enam) ibukota Kabupaten/Kota yaitu Kabupaten Serang, Kabupate Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Cilegon.
        • Beberapa titik di luar menunjukkan beberapa pulau yang masuk ke wilayah Banten
        • Warna kuning mengiaskan keagungan dan kemuliaan.
      • Pita
        • Pita adalah pengikat kesatuan arah dalam Pendidikan Kepramukaan
        • Moto bertuliskan warna hitam dengan pita warna dasar hijau merupakan sumber yang mendorong upaya pertumbuhan tunas-tunas bangsa
        • “BHAKTI SATYA LEGAWA” artinya “Kesediaan untuk berbakti kepada nusa, bangsa, negara dan agama diiringi dengan sikap setia dan berjiwa besar/rela/ikhlas untuk pada saatnya menyerahkan tugas dan tanggung jawab serta kedudukannya kepada generasi berikutnya dalam usaha meneruskan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan”
      • Seluruh komponen gambar/logo merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan mengiaskan Pramuka Banten yang senantiasa mengutamakan kesatuan dan persatuan
    • Estetika
      • Menara Banten : diletakkan simetris di tengah tameng dan didampingi dua buah kitri.
      • Kitri : Dibuat simetris di kiri-kanan, mendampingi menara dan bersentuhan dengan peta wilayah dan pita
      • Peta Wilayah : Terletak di atas bagian dasar menara dan di antara dua buah kitri
      • Pita :
        • Berada di bagian paling bawah motonya
        • Berbentuk melengkung dan simetris
        • Lipatan pita menyentuh kitri disisi kiri dan kanannya
      • Warna
        • Warna logo disusun secara estetik dengan tetap menekankan makna dari masing-masing warna yang digunakan
        • Warna logo tetap memperhitungkan keselarasan dengan warna tameng sehingga terlihat serasi dan dinamis.

Sumber : buku “Mengenal Kwartir Daerah Banten”